|
Kiamat 2012? Bukannya sudah! (bag. 2) |
|
Thursday, 04 February 2010 |
|
Semua jalan pasti ada nilai tambahnya, namun ada pula konsekuensinya. Tiada yang cacat dalam ciptaan-ciptaanNya. Sesungguhnya Semua itu Satu adanya, tiada Keberadaan selain Dia …… Ini adalah konsep Oneness atau Tauhid, di tanah Jawa disebut Manunggaling Kawula Gusti atau Wahdatul Wujud menurut Ibnu Arabi, yang banyak sekali dipahami secara keliru. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kiamat 2012? Bukannya sudah! (bag. 1) |
|
Friday, 18 December 2009 |
|
Bakal kiamat tahun 2012? Apa betul dengan berakhirnya kalender suku Maya maka berakhir pula dunia kita ini? Tapi malah ada yang menganggap kiamat telah terjadi. Seperti pada judul filem seri TV dokumenter terkenal: "World War 2: The Apocalypse". Bahkan suatu sumber channeling mengatakan "Judgement Day" pun sedang berlangsung. Saya pun lebih condong dengan pendapat ini. Namun demikian bukan berarti tidak ada yang istimewa dengan tahun 2012. Sekarang pun sedang berlangsung banyak hal yang istimewa. Tentunya bergantung kepada bagaimana cara / kemampuan kita memandangnya. Kata orang bijak: "What we see is actually a projection of what inside of us". Apa yang kita "lihat diluar" adalah refleksi dari kesadaran / keadaan bathiniah dalam diri kita. Sangat erat hubungannya dengan hadis terkenal: "Aku menurut sangkaan hamba-hambaKu, maka berprasangka baiklah terhadapKu". |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Neti, neti; Not an Angel nor a Demon |
|
Monday, 08 June 2009 |
|
Neti, neti; Bukan ini, bukan itu, demikian ungkapan seorang Yogi atas konsep pencapaian seorang Brahma sejati. Kalau dalam Islam bisa disebut sebagai pencapaian seorang Insan Kamil. Kalau disederhanakan Manusia itu mempunyai sifat-sifat yang tidak seperti Malaikat apalagi seperti Syaitan. Namun kedua unsur mahluk-mahluk di atas ada pada Manusia. Kalau terlalu kearah kanan biasa disebut condong ke feminin (Malaikat bersifat kasih sayang, keibuan) dan kearah kiri condong ke maskulin (Jin bersifat kebapakan yang adil, Syaitan yang ekstrem di kiri yang semena-mena melihat dirinya sebagai tuan ("tuhan" yang berkuasa) dan pihak laiin sebagai budaknya). Namun penggabungan yang sempurna menjadikan Manusia mahluk yang khas, bukan Malaikat dan bukan Syaitan/Iblis/Jin. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 12 |